Apa itu cinta?
Banyak orang yang tentu akan
mendeskripsikan kata itu dengan berbeda..
Ada yang bilang cinta itu kata
yang terdiri dari 5 huruf namun ribuan kata pun belum tentu mampu mendeskripsikannya
secara keseluruhan..
Wikipedia pun menyatakan bahwa
cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan
ketertarikan pribadi..
Ada pula yang
bilang cinta itu bagaikan kentut, yang ditahan sakit, dikeluarkan malu..
Bermacam-macam
orang mendeskripsikan kata cinta..
Orang yang sedang
dilanda asmara tentu akan meng-agungkan atas nama cinta. Berbeda dengan mereka
yang sedang merana karena cinta, yang tentu akan mengecam kata cinta itu
sendiri.
Namun, kata-kata
yang dinyatakan Ibnu Qayyim Al-jauziyah lah yang tlah mampu membuatku
mengerti makna cinta secara keseluruhan..
Orang yang dimabuk asmara
Bagaikan orang yang terkena panah kaki dan tangannya dengan kedalaman
yang sungguh mengena
Jika dicabut kan terasa benar sakitnya
Jika dibiarkan kan terhambat gerak dan langkahnya
Sungguh sakit jika tak dihiraukan oleh yang dicinta
Bagaimana jika tak dihiraukan Sang Pencipta ?
Tatkala semua makhluk membutuhkan-Nya
Tak ada cinta yang benar-benar membuat sehat hati manusia
Kecuali cinta karena Allah dan Rasul-Nya
Setiap orang menginginkannya..
Namun sayang enggan meniti jalannya..
- Ibnu Qayyim Al-jauziyah-
Saat orang bertanya “which one do you choose between friendship and love?”
Hampir semua orang akan memilih friendship. Sama halnya teman-temanku
kala ditanya seperti itu.. namun tidak dengan aku!
Ya.. tentu aku lebih memilih
cinta daripada pertemanan. Tapi itu bukan berarti aku tak menghargai
persahabatan atau bahkan tak butuh sahabat. Tak ada orang yang ingin hidup
tanpa mempunyai sahabat bukan ? Tapi tentu tidak akan ada juga orang yang
menginginkan hidup tanpa cinta. Bagaimana persahabatan akan tercipta tanpa
adanya cinta ?
Makna cinta memang banyak disalah
artikan oleh banyak orang. Banyak yang menganggap bahwa cinta itu ya tentang
pacar atau orang yang disuka. Tidak ada yang salah memang. Namun, itu hanya
bagian kecil dari orang yang kita beri cinta. Lalu bagaimana dengan sehabat ?
orang tua ? saudara ? Pacar, Istri, atau Suami ? Rasul dan bahkan juga Allah ?
Tentu kita membutuhkan cinta yang amat besar dalam menjalin hubungan dengan
mereka. Akankah kita lebih memilih pertemanan daripada cinta ?
Lalu bagaimana dengan cinta yang
salah ? Bagiku, tak ada cinta yang salah. Yang ada hanyalah diri kita yang tak
mampu mengolah dan mengontrol cinta itu sebaik-baiknya. Hey.. cinta itu anugerah.
Ya.. cinta itu anugerah bagi kita yang dapat mengontrol kadar cinta itu dengan
sebaik-baiknya..
100% untuk Allah
95% untuk Rasulullah
90% untuk keluarga
85% untuk teman
Aku menulis ini semua bukan
berarti aku sudah mengelola cinta dengan baik. Aku sama, belum bisa mengolahnya
dengan baik. Aku belajar. Belajar untuk mencintai seseorang yang dicintai oleh
Allah, karena aku ingin mencintainya karena Allah bukan karena nafsu. Aku pun
ingin dicintai oleh Allah, karena aku ingin seseorang mencintaiku karena Allah
bukan karena nafsu.
Yah apapun itu makna cinta saya tetep sedih. Karna sampe sekarang masih aja ngejomblo. T_T
BalasHapus